Pelajar Lampung Timur Gelar Tari Melinting Massal

Gunung Pelindung, Lampung Timur (ANTARA Lampung) – Sebanyak 1.000 pelajar bersama warga di Desa Pelindung Jaya, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur merayakan lomba desa berprestasi dengan menarikan Tari Melinting secara massal di desa itu, Selasa.

Menurut Kabag Humas Pemkab Lampung Timur, Arly Rasyid, sebanyak 1.000 peserta Tari Melinting itu terdiri dari pelajar SD, SMP dan SMA serta warga desa setempat.

Dia menjelaskan, tarian massal itu adalah bagian dari lomba desa berprestasi tingkat Kabupaten Lampung Timur.

Dia menjelaskan, Tari Melinting adalah tari tradisional dari Kabupaten Lampung Timur. Tari Melinting merupakan tarian peninggalan Kerajaan Melinting.

Menurutnya, awalnya Tari Melinting ditampilkan di lingkungan kerajaan namun kemudian berkembang menjadi tarian rakyat. Tari Melinting sekarang sering ditampilkan pada berbagai acara besar seperti upacara penyambutan, perayaan maupun acara budaya.

Tari Melinting biasanya dibawakan oleh para penari pria dan wanita dengan menggunakan busana adat serta diiringi oleh alunan musik pengiring, penari menarikan dengan gerakan khas dan menggunakan kipas sebagai atribut menarikannya. Tarian ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu tarian pembuka, tarian inti, dan tarian penutup.

Namun, di antara 1.000-an penari Tari Melinting itu ada Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari, Dandim 0411 Lampung Tengah Letkol Infanteri Jajang Kurniawan, Sekdakab Lampung Timur Syahrudin Putera, dan beberapa kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) ikut terlibat menarikan tarian budaya yang sudah ada sejak abad 16 ini.

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan, sebelumnya sudah mempersiapkan diri dengan berlatih Tari Melinting bersama warga Desa Pelindung Jaya. Dia mengaku cukup keras berlatih tarian ini.

Dia pun mengungkapkan kegembirannya bisa turut menari bersama, dan berharap kegembiraannya itu bisa dirasakan pula oleh warga Lampung Timur karena menurutnya Tari Melinting bersama-sama itu bisa mengikis kesan negatif daerah Gunung Pelindung.

“Tanggung jawab menjaga adat bukan hanya tanggung jawab salah satu pihak seperti penyimbang adat atau pemerintah daerah, tapi tanggung jawab bersama kita semua untuk menjaganya,” ujar Chusnunia.

Ia mengaku kagum dengan semangat warganya dalam menjaga budaya Tari Melinting.

“Ini sungguh luar biasa, warga dan siswa hampir sebulan mempersiapkan diri untuk menari Tari Melinting yang diikuti 1.000 siswa bersama warga ini,” ujar dia lagi.

Bupati Lampung Timur itu menyatakan sebagai wujud menjaga Tari Melinting, Pemkab Lampung Timur memasukkan Tari Melinting dalam kalender wisata Pemkab Lampung Timur.

“Kami masukkan dalam kalender wisata Lampung Timur yang akan digelar bulan September mendatang,” ujarnya pula.

Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari juga menyatakan gembira turut menari Tari Melinting bersama warganya.

“Perasaaan saya ikut menari sangat senang, ini wujud melestarikan budaya kita,” ujar Zaiful Bokhari pula.

Kepala Desa Pelindung Jaya Abdul Wahab berharap dengan digelar Tari Melinting itu menjadi pemancing Pemkab Lampung Timur untuk turut menjaga dan merawat budaya Tari Melinting.

“Ini menunjukkan ada kebersamaan kami dari desa dengan masyarakat dan pemerintah daerah,” kata Wahab pula.

Ia menyatakan partisipasi warga dalam lomba desa berprestasi itu sangat tinggi, dibuktikan dengan digelar Tari Melinting dan dukungan dana secara swadaya masyarakat yang mencapai Rp500 juta.

Menurut dia, partisipasi yang begitu besar itu diharapkan menjadi catatan Pemkab Lampung Timur untuk bisa memilih Desa Pelindung Jaya mewakili Pemkab Lampung Timur dalam lomba desa tingkat Provinsi Lampung.

“Partisipasi begitu besar ini, harapan kami warga Desa Pelindung Jaya bisa mewakili Kabupaten Lampung Timur dalam lomba desa tingkat provinsi,” katanya pula. (Ant)

Editor: Samino Nugroho
http://lampung.antaranews.com

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan