Cantiknya, Chusnunia Menari Bersama Tari Cetik Kipas Melinting

M Menyaksikan ribuan warga membuatku merinding, semangat dikau disaksikan oleh alam raya, mari bersama sama kita menari melinting, melestarikan adat budaya nusantara, “
Cantiknya, Chusnunia Menari Bersama Tari Cetik Kipas Melinting
merupakan sepenggal pantun spontanitas oleh Bupati Lampung Timur, Chusnunia saat memberikan sambutan pada acara Seghibau Limo Ghatus Penari Melinting dalam rangka Lomba Desa Berprestasi Tingkat Kabupaten Lampung Timur Tahun 2017 di Desa Pelindung Jaya, Gunung Pelindung, Selasa (25/04/2017).

Didampingi oleh Wakil Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari, Dandim 0411/LT, Letkol Inf. Jajang Kurniawan, Sultan Keratuan Melinting “Rizal Ismail”, Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Timur, Putri Ernawati dan seribuan penari yang terdiri dari pelajar SD, SMP, SMA, kelompok dasa wisma, tim penggerak PKK, penyimbang adat tokoh melinting dan unsur jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Chusnunia melakukan Tari Cetik Kipas Melinting bersama sama.

Tari Cetik Kipas Melinting atau lebih dikenal dengan Tari Melinting, merupakan tari tradisional Lampung peninggalan Ratu Melinting yang berada di Maringgai, Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur.
Menurut Kabag Humas Lampung Timur, Arli Rasyid,

Tari Melinting menggambarkan keperkasaan putra putra Lampung dalam memberikan perlindungan terhadap keluarganya, serta menggambarkan kelembutan dan kehalusan budi pekerti putri-putri Lampung. Tarian ini mulai dipertunjukkan pada abad ke 16 yaitu pada saat Ratu Melinting menerima tamu-tamu agung ataupun pada saat Ratu Melinting mengadakan pesta adat.

Melestarikan adat dan budaya di Lampung Timur ini adalah tanggung jawab bersama. Bukan salah satu pihak, bukan hanya penyimbang adat atau warga dari adat itu sendiri, bukan hanya pemerintah, tapi semuanya bersama sama, tutur Chusnunia usai menari bersama.

Dan betapa luar biasanya, kita melihat hari ini bersama sama seluruh warga, anak anak sekolah dan sebagainya mereka satu bulan penuh melatih diri menari Melinting, kita hargai itu. Luar biasa semangatnya.

Kita semua berharap semoga seluruh tradisi adat budaya di Lampung Timur ini dengan berbagai ragam adatnya bisa lestari. Dan kita melanjutkan apa yang sudah menjadi tradisi, tambah perempuan yang mendapat gelar dari Keratuan Melinting dengan sebutan Ratu Inten
<em>Sumber : medianusantara.com/</em>

Tinggalkan Balasan